Dear You

Gambar

tak dapat kusampaikan secara langsung. hati ini miris melihat apa yang terjadi padamu. walaupun kita berbeda jalur, tapi kuharap kamu kembali lagi kerumahmu. teringat dulu kamu adalah sosok orang yang paling semangat dalam perjuangan, entah kenapa sekarang aku ngerasa kamu hanya iklan dalam perjuangan. cuma mampir sebentar di perjuangan, lalu kembali lagi dalam kehidupan panggung dunia.

sedih yang kurasakan..

aku menyadari sekarang ini tak seperti dulu, segalanya tlah berubah. namun ingatkah kamu saat perjuangan kita disekolah dulu? ingatkah kamu perjuangan kita saat lulus sekolah?. betapa indahnya masa-masa itu, ketika akhirat kau raih maka duniapun akan ikut serta dalam apa yang kau raih.

menjadi orang sukses didunia, belum tentu menjadi sukses diakhirat.

aku selalu ingat “taruhan” yang sering kita kumandangkan, “liat aja nanti siapa yang sukses duluan 5 tahun lagi”. semangat “taruhan” itu sudah padam dari diriku, aku hanya ingin menjadi wanita sholehah penentram hati untuk suamiku. Aku menyayangi dia, calon suamiku yang selalu sabar dengan sikap kekanak-kanakanku ini. Dewasa dan bisa membimbingku menjadi wanita sholehah.

“just wanna say goodbye..” itu lah kata-kata terakhirku padamu, tak dapat lagi selayaknya dulu. Hanya melihatmu dari kejauhan, hal yang ingin ku lakukan ketika bertemu denganmu adalah menangis. menangis melihat apa yang terjadi pada dirimu saat ini. aku ngerasa bersalah, seolah-olah ini salahku. tahukah kamu siapa orang yang pertama kali kulihat saat pengumuman penerimaan siswa dulu? itulah kamu. tak menyangka aku pernah menjadi bagian dari hidupmu, masa-masa suram itu.

pernah kurasakan saat-saat bahagia bersamamu, tertawa bersamamu, sedih bersamamu menangisi seseorang, membantuku dalam kesulitan. tapi itu semua seperti halusinasi, seperti oase dalam harapan yang tlah pupus. segalanya tlah berubah, namun kenapa kamu membelokkan layarmu yang tlah terbentang itu?.

kembalilah, disana hanya tipuan.. semua hanya menyenangkan dimata, tak pernahkah kamu bertanya pada hatimu dimanakah dirimu berada?.

perjuanganmu masih panjang, disini memang menyakitkan. tapi disinilah dunia kita sesungguhnya, berjuang menegakkan kalimat Laa illaaha ilallah dengan sadar dan ikhlas.

 

Pulang ke Rumah.

Engkau terlihat lebih Cantik dengan Jilbabmu

Selembar Kertas Kehidupan

Entah kenapa malam ini saya teringat dengan dialog yang saya lakukan berapa bulan yang lalu, kadang memang menjadi hal yang tidak enak ketika mengajar ngaji remaja putri yang sudah gedhe (SMP/SMA) harusnya sih akhwat yang ngajar, tapi entah kenapa mereka lebih akrab dan sering tanya ke ane ūüėÄ #idontknow.

Ada dua anak remaja putri yang satu tidak berjilbab yang satunya berjilbab tapi ya gitu lah, dengan nada yang khas biasanya nyapa ‚ÄúHallo Ustadz Rischan..‚ÄĚ, yah maklumi aj namanya juga masih remaja, sayapun nyapanya gini hay, dimana jilbabnya? ndak ilang kan jilbabe? :-), dan akhirnya kamipun berdialog. Abg A (Mawar) : Tidak pake jilbab, Abg B (melati) : Pake Jilbab tapi gitu lah

Ane      : Mbok ya klo udah gedhe itu pake jilbab, gak baik klo udah gedhe itu keluar gak pake jilbab.

Mawar  :  Ah males ah ust, klo ketemu ustad, yang di bahas itu aj (expresi jengkel),

View original post 872 more words

Happy Ending

Duhai akhwat, sadarilah… Orang-orang yang engkau kenal di dunia maya tidak semua memberikan informasi yang sebenarnya, waspadalah, karena engkau adalah sebaik-baik wanita yang menggenggam amanah Ilahi. Jangan mudah terpedaya oleh rayuan orang di dunia maya.

Duhai akhwat, berhiaslah dengan akhlak islami, jangan mengumbar kegenitan pada ikhwan yang bukan mahram, biarkan apa yang ada di dirimu menjadi simpanan manis buat suamimu kelak. (jihadsabili.wordpress.com)

#Waspada_Modus

View original post

-,-

Happy Ending

Ketika akhwat jatuh Cinta
Akhwat Jatuh Cinta??
Tak ada yang aneh, mereka juga adalah manusia…
Bukankah cinta adalah fitrah manusia???
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta???
Mereka juga punya hati dan rasa…
Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya???
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada…
Namun sebaliknya…
Ketika Akhwat Jatuh Cinta…
Yang mereka rasakan adalah penyesalan yang amat sangat, atas sebuah hijab yang tersingkap… Ketika lelaki yang tak halal baginya, bergelayut dalam alam fikirannya, yang mereka rasakan adalah ketakutan yang begitu besar akan cinta yang tak suci lagi…
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yang mereka rasakan adalah kesedihan yang tak terperih akan sbuah asa yang tak semestinya…
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu… Yang ada adalah malam-malam yang dipenuhi air mata penyesalan atas cinta-Nya yang ternodai… Yang ada adalah kegelisahan, karena rasa…

View original post 235 more words

fiksi atau non fiksi?

+ aku malah bangga kalo kamu banyak yang suka

– berarti kau adalah akhwat terberuntung di dunia ini dan akhirat nanti

+ bukannya kamu yang beruntung karena memilikiku?

– ahahahahaha.. wadda leeh

Pengalaman Kuliah Di Jepang Dengan Biaya Sendiri

subhanallah..

Pepatah mengatakan ‚Äúpengalaman adalah guru terbaik‚ÄĚ. Pengalaman baik maupun pengalaman buruk, keduanya mengandung nilai pembelajaran yang sangat berguna dalam kehidupan seseorang. Disini aku akan mencoba berbagi pengalaman mengenai suka duka dan pahit getirnya belajar di negara orang dengan biaya sendiri di Jepang mulai dari sekolah bahasa Jepang, research student sampai program master. Aku harapkan pengalaman ini mampu memompa semangat bagi yang ingin belajar menuntut ilmu di negeri orang dengan biaya sendiri. Satu prinsip saya, TIDAK ADA YANG TIDAK MUNGKIN!

Biar lebih rinci aku coba untuk membagi kisah pengalaman ini berdasarkan jenjang pendidikan yang aku ambil selama di Jepang.

1. Masa Masa Sekolah Bahasa Dari April 2003-Maret 2005

Aku lulus S1 tahun 2002 dari sebuah universitas swasta di daerah Condong Catur, Yogyakarta. Dalam proses menunggu wisuda, dengan bantuan kakak yang terlebih dahulu datang ke Jepang dengan program beasiswa, aku mendaftar sekolah ke luar negeri, tujuannya jelas, Jepang. Langkah pertama aku mendaftar…

View original post 2,574 more words