day by day

Tak perlu waktu lama bagi mika untuk mencari jalan keluar dari segala permasalahan yang ada. Mika terdiam, ia teringat pada pesan murobbinya “Allah gak pernah menyuruh kita untuk mencari jalan keluar dari setiap masalah, tapi Allah selalu menyuruh kita untuk bersabar atas masalah yang dihadapi”. Bagi Mika dalam setiap masalah pasti Allah akan membantunya dalam hal yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya, “Insya Allah pasti Allah tahu cara yang terbaik untukku” kata Mika dalam hati. Sebagai seorang akhwat Mika merasa sedih, hatinya perih menahan fitnah ini. “Ya Allah, engkau tahu itu tidak benar.. Hanya padaMu aku berserah diri” batin Mika. Mika bingung, teman-teman akhwat lainnya juga bingung. Ia dan 2 teman akhwat lainnya di fitnah, nama mereka disebut-sebut di pengajian para ikhwan dan abbihat. Sampai di satu titik kesedihan Mika, Mika sampai hati memblokir semua panggilan dihandphonenya. Ia tidak mau di hubungi sama satu orang pun, Mika hnya bisa berserah diri dan bersandar pada Sang Maha Pencipta. Beberapa orang tahu bahwa itu tidak benar, namun beberapa oknum yang tidak suka dengan kebenaran yang dibawa mereka bertiga terus bergerilya menyebarkan fitnah mengenai mereka.

****

1 tahun kemudian, keadaan sudah tenang. Para oknum-oknum yang menyebarkan fitnah telah di singkirkan oleh Allah. Sekarang semua orang yang ada di barisan ini sudah mengetahui kebenaran dari fitnah-fitnah yang telah dihembuskan. Semua orang telah berdiri di safnya masing-masing, berdiri tegak bagai akar pohon yang menghujam kedasar bumi.

Pagi ini mentari begitu bersinar, “hmmhh… hari yang cerah, sangat cerah” batin Mika. Mika melirik jam dinding di ruang keluarga, waktu sudah menunjukkan jam 09.15. “Ya Allaaahhhhh sudah jam segini, aku kan masuk jam 09.30, gawat gawat gawat” teriak Mika. Sambil berlari-lari bolak-balik antara kamar dan ruang kerja Ayahnya Mika mencari sarung tangan, slayer, dan tentu saja kunci motor. Ibu Mika sudah tidak heran melihat perilaku Mika seperti ini, karena setiap hari Mika seperti ini. Mika orang yang malas setrika pakaian, jika ingin berpergian baru ia mensetrika pakaian yang ingin dikenakannya. Hampir tiap hari Mika di tegur oleh Ibunya “Mikaaaaaa………….. coba kamu itu setrika baju, tiap hari bolak balik begini memangnya gak cape”, “Nanti aja mah, kalo ada waktu luang baru Mika setrika pakaian” jawab Mika.

Setiap hari Mika naik motor ke kampusnya melewati jalanan yang macet dan penuh debu, sebagai seorang wanita Mika tak mau kulitnya menjadi hitam karena panas matahari. Benteng Mika setiap hari adalah slayer dan sarung tangan yang selalu ia bawa, Mika akan sangat kesal jika ia tidak menemukan sarung tangannya jika berpergian. Mika suka menaruh sembarangan slayer dan sarung tangannya, dan sering lupa dimana ia menaruhnya. Lagi-lagi Ibu Mika tidak heran melihat perilaku Mika. Sesampainya di kampus, seperti biasa Mika telat. Bahkan pernah 15 menit sebelum pulang Mika baru masuk kelas, tidak jarang Mika tertidur dikelasnya selagi teman-temannya presentasi atau dosen menerangkan. Mika lelah dengan segudang aktivitasnya, namun hal itu semua tak membuat nilai akademik Mika turun. Dosen-dosen Mika tahu bahwa Mika underachiever, maka dari itu dosen-dosen Mika selalu memaklumi perilaku Mika.

Saat ini Mika melupakan sedikit demi sedikit kejadian 1 tahun yang lalu, saat Mika dan kedua akhwat lainnya di fitnah. Mika mulai fokus pada organisasi yang di isi oleh orang-orang yang hatinya terpaut pada Allah. Hati Mika pun berangsur pulih dari irisan tajamnya lisan manusia. Selesai kuliah, Mika langsung pulang kerumahnya menyusuri jalanan sepi daerah Jl. Ruhui Rahayu, pohon-pohon rindang yang saling bertasbih. “Tempat paling nyaman adalah kamar dirumah, hal yang paling nyaman adalah melanjutkan tidurku” kata Mika.

Malam harinya Mika ke swalayan dengan motornya, sesampainya disana Mika mencari cemilan dan barang-barang yang ia butuhkan. Tiba-tiba musik di swalayan itu memutarkan lagu Maroon 5  “You and I go hard at each other like we’re going to war.You and I go rough, we keep throwing things and slamming the door.You and I get so damn dysfunctional, we stopped keeping score.You and I get sick, yeah, I know that we can’t do this no more.”, “aaahhh lagu ini lagi, jadi teringat dengannya lagi..” kata Mika. Lagu itu jadi mengingatkan Mika mengenai suatu hal yang telah ia kubur dan ia tutup rapat, Mika sadar hatinya tak pernah bisa menutupnya begitu rapat. Kenangan masa lalu terlihat didepan matanya, seperti menonton TV, hal yang tak akan pernah mungkin ia lakukan sekarang karena sekarang ia adalah seorang akhwat yang selalu berusaha untuk kaffah.

“kita makan apa malam ini?” tanyanya pada mika, “bakso” jawab mika dengan semangat di Line. “oke deh.. ntar aku beli didekat kantorku” balasnya, setengah jam kemudian dia bawa bakso. Mika dengannya makan berdua diruang tamu, Mika gugup karena makan dengan orang yang ia sayangi begitu pula sebaliknya. Mereka saling menyukai dan tak ingin berpisah, malam itu bukan pertama kalinya mereka makan berdua. Entah seberapa kalinya Mika makan berdua dengannya, direstoran, rumah makan, warung makan, dan dirumah Mika sendiri. Mika tidak mau selalu ditraktir olehnya, lalu mereka sepakat untuk bergantian mentraktir makan. Kedekatan Mika dengannya hanya Mika dan ia yang tau. Pria itu yang membuat dunianya berhenti beberapa detik saat pengumuman penerimaan, pria yang ia tak pernah tau kalau mika akan sedekat itu dengannya.

Itu semua sebuah masa lalu, masa lalu yang kelam menurut Mika. Masa lalu yang sebaiknya dikubur oleh Mika, Mika sudah janji pada Allah untuk menjadi seorang akhwat yang kaffah. Entah sudah beberapa bulan Mika memutus kontak dengan pria itu, Mika dan pria itu saling berjanji untuk tidak saling menghubungi sampai suatu saat nanti yang entah kapan Allah akan menghubungkan Mika dengannya lagi. “Ya Allah jangan pertemukan aku dengannya lagi, selamanya” do’a Mika pada Allah, Mika khawatir akan mengotori hatinya lagi jika Mika bertemu dengan pria itu. Seorang pria yang begitu sempurna di mata Mika dulunya. Setelah berusaha menjadi akhwat, Mika menyadari bahwa tidak ada yang sempurna selain Allah SWT yang telah menyelamatkannya dari api neraka.

Fitnah 1 tahun yang lalu juga menyadari Mika akan pentingnya bertabayun, tidak mengghibah, su’udzhon. Entah beruntung atau tidak beruntung, Mika dan kedua temannya mengetahui secara khusus sebuah kebenaran dari kasus yang terjadi saat itu. Hampir saja Mika dan kedua temannya begabung pada barisan yang menghasut orang-orang untuk membangkang. Namun takdir berkata lain Mika dan kedua temannya diberikan bukti oleh Allah secara langsung. Sebuah bukti kebenaran yang dimana orang-orang penebar ghibbah akan tidak menyukainya. Belum saja Mika dan kedua temannya mengklarifikasi ghibbah dan hasutan-hasutan yang terjadi, ternyata ada beberapa oknum yang mengetahui bahwa Mika dan kedua temannya mengetahui kebenaran itu. Sudah bisa ditebak, Mika dan kedua temannya menjadi korban oknum-oknum itu.

Sambil membawa keranjang belanja, Mika menghentikan lamunan bayang-bayang itu. “Hmmhhh sudahlah, biarkan itu jadi masa lalu. Cukup dijadikan pelajaran. Toh sekarang aku bersama orang-orang bertakwa lagi tak dikenal. Ketaqwaan mereka memang tak terlihat, mungkin  tak ada yang bakal menyadarinya kalau mereka itu bertaqwa. Hanya Allah dan orang-orang yang dikehendakiNya saja yang mengenal siapa mereka.” kata Mika dalam hati sambil tersenyum. Sesampainya dirumah, Mika berbaring dikamarnya dan tertidur.

***

Pagi ini Mika ada jadwal mengisi pengajian untuk kegiatan pesantren kilat, Mika belum ada menyiapkan materi untuk pengajian hari ini. Saat dilokasi, Mika baru menyiapkan materi “seadanya”. Tanpa diduga, rupanya materi yang disiapkan Mika menjadi sesi muhasabah. Mika dan para siswa mengucurkan air mata tatkala menonton video mengenai orang tua. Setelah selesai, sambil menunggu sesi kedua Mika duduk di kursi pelataran luar kelas. “Cuacanya panas banget, dan anginnya cukup kencang. Sejuk.” kata Mika sambil memperbaiki jilbabnya yang tertiup angin. Sesi kedua disiang haripun sama, sesi itu jadi moment muhasabah bagi peserta pesantren kilat, “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Q.S Al Israa’, 17:24). Mika dan peserta sanlat bersama-sama menyanyikan lagu bunda dari Melly Goeslaw. Mika pun kembali menangis.

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku

Reff:
Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

Back to reff

Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

Sepulang dari mengisi pengajian, tiba-tiba Mika mendadak rajin dirumah. “Kapan lagi aku bisa berbakti sama orang tua, mumpung mama dan papa masih ada” batin Mika. Mungkin tak hanya Mika saja yang mendadak rajin, para peserta pun mungkin mendadak rajin dirumahnya. “Mika cabutin uban papa” kata papa, sebenarnya Mika menolak karena itu dilarang oleh Rasulullah. Akhirnya Mika menuruti juga kemauan papanya, “mungkin karena gatel banget itu uban, makanya pengen dicabut terus” kata Mika. Sambil mencari uban, Mika menyadari bahwa kapan lagi ia akan mengelus kepala papanya yang mulai beruban, mulai tua, mulai rapuh dimakan usia. “Kepala papa hangat, kapan lagi aku mengusap kepala papa. Aku gak mau aku mengusap kepala papa ketika hanya tinggal jasad papa. Jadi ingat waktu masih tinggal di Kalhold aku di ambung-ambung, main hujan-hujanan bareng, main sepeda bareng, jadi ingat dulu waktu di berau beberapa malam sekali aku ke tepian sungai mahakam sama papa, mama, dan adikku makan terang bulan bareng. Hmmhhh ingat banget waktu kelas 2 sd aku dapat rangking sembilan terus mama marah-marah sampai aku dicubitin, tapi papa tersenyum dan bilang “wah hebat”.. hahaha..moment-moment yang membahagiakan. Trimakasih pa karena telah menjadi ayah yang baik, yang mendidik anaknya hingga berusia 21 tahun. Sekarang papa sudah tua, pasti papa cape ya jaga seorang putri yang nakal dan masih susah disuruh ini. Ya Allah panjangkan umur papa Mika, Mika ingin papa hidup sampai papa menggendong cucunya” kata Mika sambil menitikkan air mata.

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia
Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban
Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetarkau tetap setia . Ebiet. G. Ade
“Mika janji bakal jadi anak yang sholeh, Mika janji bakal nyelamatin mama dan papa dari api neraka kan hanya anak yang sholeh yang do’a-do’anya sampai ketika Mama dan Papa dipanggil oleh Allah. Mika masih butuh Mama dan Papa disini, karena Mika sayang banget sama Mama dan Papa. 2 Malaikat Mika yang gak sempurna” kata Mika sambil tersenyum. Sering terpikir oleh Mika, manusia yang mengenal Mika hanya kedua orang tua Mika. Hanya kedua orangtua Mika yang mengenal Mika, baik dan buruk sifat Mika, mengerti Mika apa adanya. Bukan orang lain yang dimana Lisan sebagai makanan sehari-harinya.
Abdullah bin Amru bin Ash meriwayatkan bahwa ada seorang lelaki meminta ijin berjihad kepada Rasulullah Sallallahu ’Alaihi Wa Sallam, Beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Lelaki itu menjawab, “Masih.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, berjihadlah dengan berbuat baik terhadap keduanya.” (Riwayat Al-Bukhari dan Muslim).
authorized by fratih. to be continued

2nd for Janeeta Nazla

hari minggu tanggal 27 Juli 2013. Tepat dijalan raya (lupa jalan mana) tiba-tiba dapat sms “neng, sibukkah hari ini? dapat undangan dari kak lia bukber bareng sama makan-makan di ruko”..aku yang kecapean setengah mati abis ngurus acara FR, dehidrasi, lemah lunglai tanpa berpikir panjang aku langsung balas sms nung “maaauuuuuuuuuuuuuuu”.. nyampe di studio untuk rapat, bukannya merhatikan aku malah tidur sama ka diana.. enak banget bisa terlelap saat yang lainnya konsen rapat. Walaupun cuma setengah jam, tapi badan jadi bugar kembali. Abis selesai rapat langsung go nyari kado di Lambung Mangkurat untuk Janeeta, aku bingung mau cari apa… ingat acara FR (mewarnai) jadi kepikiran untuk beli crayon, yah walopun si janeet umurnya 2 tahun gak apa-apa yah kalo aku kasih kado Janeet crayon hihi…

Pas sampe rumah nung udah maghrib, pas banget aku langsung naik ke Lantai 2 untuk bukber dan makan malam..tapi Janeetnya masih tidur,. Hmmhhh kangen banget sama nung, akhirnya ketemu juga..dia sibuk KKN, senin-sabtu siang KKN, sabtu malam-minggu baru ada dirumah. 1 jam kemudian Janeet akhirnya bangun :).. Akhirnya artis yang ditunggu-tunggu bangun juga..

Langsung deh, si Janeet siap-siap ganti baju sama maminya.. eng ing eng si Janeet pake baju warna pink yang kece abis, setelah itu kami nyanyikan lagu untuk dia.. karena malu, saat kami nyanyikan lagu dia gigit tangan maminya sampe lagunya abis hahahaha.. dan pas niup lilin, lilinnya gak mati-mati sampe ditiup 3 kali, yaiyalah gimana mau mati niupnya aja pake hidung hahahaha…

semoga jadi anak sholehah ya neett…. :*

P27-07-13_20-15[2] P27-07-13_20-15[1] P27-07-13_20-15 P27-07-13_20-14 P27-07-13_20-13 P27-07-13_20-11[1] P27-07-13_20-11

Madrasah Ramadhan STUDIA : Festival Ramadhan dan Talkshow

Alhamdulillaahhh agenda festival ramadhan mengadakan lomba kaligrafi, mewarnai, dan fotografi telah selesai dilaksanakan.. semua karena ridho Allah SWT yang telah mengijinkan kami mengadakan acara-acara tersebut karena berlandaskan jalan yang Haq.  Saat lomba mewarnai sendiri kami STUDIA bekerja sama dengan IRMA ISLAMIC CENTER, karena kami ngadain acara yang sama di tempiiat dan waktu yang sama maka kami sepakat untuk join acara lomba ini bersama-sama. Acara ini diadakan tanggal 27 Juli 2013 bertempat di masjid Islamic Center Samarinda. Yupz, tentu saja dengan para sponsor yang mensupport acara kami.. ada Bank Syariah Bukopin, Mie Ayam dan Bakso Seger, Toko Boneka Tiara, Toko Alif Sinar, Toko Herbal Asy-Syifa, Kartika Offset, Tribun Kaltim, Total E&P Indonesie, Prima Solution, Perfecta, PT. Sumber Subur Sejati, Faber Castell, Tepian TV dan para sponsor-sponsor serta donatur lainnya yang kami hormati. Dengan total peserta sekitar 170 orang lebih, bisa dibilang kami cukup sukses mengadakan lomba-lomba itu. Alhamdulillaah yaa..

970985_501226613294891_127660461_n 971719_501181573299395_158332304_n 972047_501183886632497_1600090924_n 995428_501225433295009_653857657_n 998741_501227403294812_1260930921_n 1006274_501134899970729_954221411_n 1017705_501224119961807_1316718070_n

nahh kalo yang ini panitia ikhwannya

P27-07-13_15-11[1] P27-07-13_15-11 P27-07-13_15-10[1] P27-07-13_15-10 P27-07-13_13-46

sukses yaa para pemenangnyaa….

next, ke talkshow. Talkshow diadakan oleh STUDIA hari ini tanggal 30 Juli 2013 bertempat di gerbang utama Islamic Center, jadi tema tempatnya outdoor gitu. Inti dari acara talkshow ini sendiri adalah berbagi kepada sesama. Pembicara sendiri adalah seorang ibu berprofesi sebagai pemulung yang menjadi tumpuan hidup bagi anak-anak dan mertua karena suaminya yang telah meninggal, perwakilan dari panti asuhan Qolbun Salim, dan materi segarnya bersedekah oleh bapak Joko Sulistio. Alhamdulillaahh sedekah dari peserta mencapai angka 1 juta rupiah lebih, subhanallah.. Oia sampai lupa, pemenang fotografi adalah Ahmad Karim (foto menyusul ya hihi..).

602702_502501963167356_446308267_n 1004654_502488003168752_1168463262_n P30-07-13_10-52

Terima Kasih Ya Allah karena telah melancarkan acara-acara kami dengan nikmat ujian berupa kendala-kendala yang datang silih berganti. Ujian darimu merupakan nikmat terbesar bagi kami serta wujud kasih sayangMu pada kami, karena dengan berbagai masalah yang engkau datangkan membuat kami terus termotivasi untuk semangat memperjuangkan tegaknya Islam ini dengan cara kami sendiri berlandaskan Al-Qur’an, Hadits, Shiroh yang dimana hanya engkau yang mengetahuinya, bukan sekumpulan orang yang berlandaskan prasangka *eh

nantikan acara-acara kami selanjutnya 🙂

ngakak

sumpah ya.. ini status sama komen sukses buat aku sama mama n ade-adeku ketawa ngakak malam ini. yaa aku sama mamaku tau kalau eko fajar prasetya (efa) punya usaha budidaya jamur.. 

Gambar

Jilbab bukan kerudung…..kerudung bukan jilbab (MUSLIMAH WAJIB BACA!!!)

Ideal Islam Muslimah

Semula masih terpikir bahwa sudah tertunaikan kewajiban untuk menutup aurat secara sempurna, sebelum mampu menyadari kesalahan tersebut.

Bermula dari pertemuan dengan seorang dokter muslimah yang bekerja di salah satu klinik di antara kelima klinik di Surabaya yang harus berada dalam pengawasan saya. Dokter itu begitu santun dan pokoknya ‘wah’ banget, sering berdiskusi dengan beliau memberikan ketentraman yang selama ini saya rindukan.


Sampai pada suatu ketika beliau mengajak berdiskusi tentang jilbab dan kerudung. Pada mulanya saya heran, kenapa bahas jilbab dan kerudung. Bukankah itu sama, namun itu hanya ada di dalam hati saja, tak mampu saya utarakan. Khawatir menyakiti hati beliau.

Beliau mulai menjelaskan.

“Dek sebelum membahas tentang jilbab dan kerudung, yang wajib diketahui juga adalah batasan aurat bagi muslimah”

Menurut Hadis riwayat Abu Daud: ”Wahai Asma, sesungguhnya wanita itu apabila telah menginjak dewasa (baligh/haid) maka tidak boleh nampak dari tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjuk pada wajah dan…

View original post 1,274 more words

everything at once

Everything-at-Once-lenka-32878063-600-600

As sly as a fox, as strong as an ox

As fast as a hare, as brave as a bear

As free as a bird, as neat as a word

As quite as a mouse, as big as a house
All I wanna be, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything
As mean as a wolf, as sharp as a tooth

As deep as a bite, as dark as the night

As sweet as a song, as right as a wrong

As long as a road, as ugly as a toad
As pretty as a picture hanging from a fixture

Strong like a family, strong as I wanna be

Bright as day, as light as play

As hard as nails, as grand as a whale
All I wanna be, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything
As warm as the, the sun, as silly as fun

As cool as a tree, as scary as the sea

As hot as fire, cold as ice

Sweet as sugar and everything nice
As old as time, as straight as a line

As royal as a queen, as buzzed as a bee

Stealth as a tiger, smooth as a glide

Pure as a melody, pure as I wanna be
All I wanna be, all I wanna be, oh

All I wanna be is everything

lenka

you will be mine

Gambar

She moved in to the house next door
Said she’d never been in love before
Tried the best she could to hide herself away

But every time she turned the lights down low
He thought he heard a voice calling out so slow
Come and take me away from all this pain
And he said

I see you sitting there at the window sill
Looking for shooting stars
I wanna get closer and closer still
I wanna take over your heart

You will be mine, mine
Over time, time
You’re gonna find, find
I’ll make you mine, mine

Every morning when she came outside
He tried to be the one to catch her eye
But she would only turn away and hide

He started to concoct a plan
To get her to return the feelings that he had
To show her how he thought they were entwined

I see you sitting there at the window sill
Looking for shooting stars
I wanna get closer and closer still
I wanna take over your heart

You will be mine, mine
Over time, time
You’re gonna find, find
I’ll make you mine, mine

Little love letters written in red
Folded up, put away next to the bed, oh
Little crushed hopes every day
Waiting in the wings to spirit her away

 

Lenka